PAQIR DAN KUFUR

May 10, 2010Sumber: Browsing internet

 

Segala puji kita panjatkan kepada Alloh SWT. yang Maha Kaya, yang tidak membutuhkan apapun dan siapapun, dan hanya kepada-Nyalah kita meminta dan mengadu.
Sudah menjadi fitrah manusia datangnya cobaan, banyaknya kebutuhan menghampiri menjadikan hidup tidak seimbang, selera makan berkurang, susah tidur, dan bahkan waktu satu jam pun bagai setahun. Cobaan berbagai kebutuhan ibarat seekor binatang buas dan liar. Kalau saja kita tidak bisa memeliharanya dia akan menjadi semakin buas dan liar sehingga timbul masalah besar

MENSYUKURI NIKMAT

May 10, 2010Posted by Cece Saiful Millah

 

Mensyukuri nikmat dihadapan keluarga dan handai taulan, memang telah diperintahkan oleh Alloh swt. seperti dalam firma-nya:
"Dan terhadap nikmat tuhanmu, hendaklah kamu menceritakanya". (Ad Dhuha: 11).
Menceritakan nikmat sebagai realisasi dari petunjuk Alloh itu, memang berada pada dua tepi jurang yang sangat membahayakan. Lebih sedikit, sama bahayanya dengan kurang sedikit. Umpamanya, karena dapat membeli rumah, maka setiap orang yang lewat di berhentikan dan diberi tahu tentang nikmat itu. Perbuatan seperti itu dalam islam disebut perbuatan riya.

MUSIBAH, UJIAN, COBAAN, NIKMAT DAN ADZAB

May 10, 2010Posted by Cece Saiful Millah

 

Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai kata-kata yang bisa diartikan sebagai musibah, misalnya: ujian, cobaan, nikmat dan adzab.
Pemakaian kata-kata tersebut seringkali tergantung "selera" pemakainya saja. Misalnya, disaat seseorang menerima amanat berupa tugas atau jabatan. Seseorang menganggap tugas atau jabatan tersebut sebagai nikmat, namun orang lain yang juga menerima hal serupa menganggapnya sebagai musibah atau ujian.
Al Quran membedakan secara tegas antara musibah dengan nikmat.